TARAKAN – Kepulan api muncul di Kafe Patron, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 67, Kelurahan Pamusian, Kecamatan Tarakan Tengah, Senin (28/9) siang. Dalam hitungan menit, armada Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Tarakan bergerak menuju lokasi.
Namun, kejadian tersebut merupakan bagian dari simulasi yang dibuat menyerupai kebakaran sebenarnya. PMK Tarakan menggelar simulasi untuk mengukur kesiapsiagaan personel sekaligus kecepatan respons ketika menerima laporan keadaan darurat.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Eko Supriatnoko mengatakan, simulasi dilakukan tanpa diketahui seluruh personel. Informasi kejadian hanya disampaikan kepada jajaran pimpinan sebelum diteruskan kepada regu piket. Laporan diterima sekitar pukul 13.03 WITA dan regu langsung dikerahkan ke lokasi.
Sebanyak 12 personel dari regu sektor barat dan Markas Komando (Mako) diterjunkan dengan dua unit armada pemadam. Hasil pengujian menunjukkan unit sektor barat tiba sekitar empat menit setelah menerima informasi, kemudian disusul unit dari Mako sekitar satu menit kemudian. Selain menguji waktu tempuh, simulasi juga difokuskan pada penanganan kebakaran yang melibatkan tabung gas 12 kilogram.
Petugas terlebih dahulu menyemprotkan air menggunakan nozzle untuk mengendalikan api sekaligus mendinginkan sumber gas sebelum diamankan. Setelah sumber gas dinyatakan aman, pemadaman dilanjutkan hingga lokasi terkendali. Seluruh rangkaian simulasi berlangsung sekitar tujuh menit. Eko mengatakan kegiatan serupa akan dilakukan secara berkala di berbagai fasilitas, sekaligus mengedukasi masyarakat bahwa menit-menit awal atau golden time sangat penting untuk melokalisir api agar tidak meluas.*(isk/kdy)










