TARAKAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah menyusul kondisi kualitas udara yang belakangan dinilai kurang baik. Warga diminta lebih waspada terhadap risiko gangguan pernapasan, terutama saat cuaca panas, berkabut, dan mendung.
Kepala Dinkes Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes., mengatakan masyarakat sebaiknya menghindari aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki kepentingan mendesak. Imbauan tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan, terutama jika kondisi asap dan kualitas udara semakin memburuk akibat kebakaran lahan.
“Kalau tidak perlu keluar rumah, ya dihindari atau dikurangi untuk keluar rumah,” ujarnya, Rabu (19/8).
Meski kondisi udara menjadi perhatian, Dinkes Tarakan menyebut laporan kunjungan ke puskesmas belum menunjukkan peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Bahkan, berdasarkan data yang masuk, jumlah kasus ISPA tercatat mengalami penurunan. Namun, data tersebut hanya mencatat warga yang datang berobat ke fasilitas kesehatan.
Dinkes juga mengimbau warga yang mengalami gejala seperti demam, batuk, dan pilek untuk membatasi kontak dengan orang lain serta menggunakan masker, terutama saat harus beraktivitas di luar rumah. Masyarakat juga diminta menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat cukup, mengonsumsi makanan bergizi, minum air putih, dan tetap melakukan aktivitas fisik sesuai kondisi tubuh.*(isk/kdy)












