Dari 515 Jadi 247 Kasus, ISPA di Tarakan Turun di Tengah Kabut Asap

Kaltara, Tarakan41 Dilihat

TARAKAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Tarakan belum berdampak pada peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan mencatat jumlah kasus ISPA justru mengalami penurunan berdasarkan laporan terbaru dari fasilitas pelayanan kesehatan.

Kepala Dinkes Tarakan, dr. Devi Ika Indrianti, M.Kes mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan melalui sistem surveilans mingguan terhadap sejumlah penyakit yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) atau wabah. ISPA menjadi salah satu penyakit yang rutin dipantau karena berkaitan dengan kondisi kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

banner 336x280

Berdasarkan data Dinkes Tarakan, jumlah kasus ISPA pada minggu ke-30 tercatat sebanyak 515 kasus. Sementara pada minggu ke-31, jumlah tersebut turun menjadi 247 kasus. Dengan demikian, hingga laporan terakhir yang diterima, belum terlihat adanya peningkatan kasus ISPA meski Tarakan tengah menghadapi kondisi cuaca panas, debu, serta kabut dan asap yang diduga berkaitan dengan karhutla.

“Kalau kita melihat laporan dari minggu ke-30 ke minggu ke-31, ISPA tidak mengalami peningkatan. Yang terjadi justru penurunan jumlah kasus,” ujar Devi.

Meski demikian, Dinkes Tarakan tetap meningkatkan kewaspadaan dan terus menghimpun data dari puskesmas serta fasilitas kesehatan lainnya. Data berikutnya masih diperlukan untuk melihat apakah kondisi kabut asap dan karhutla akan memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat dalam beberapa pekan ke depan.

Devi menambahkan, data tersebut merupakan jumlah pasien yang datang dan mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan. Karena itu, angka tersebut belum sepenuhnya menggambarkan masyarakat yang mengalami gejala seperti batuk dan pilek tetapi memilih melakukan pengobatan sendiri di rumah tanpa memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya.*(isk/kdy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *