TANJUNG SELOR – Meluasnya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan Utara mendorong Dinas Kehutanan Kaltara mengusulkan pelaksanaan modifikasi cuaca atau hujan buatan. Langkah ini dinilai penting menyusul meningkatnya jumlah titik panas dan kondisi lahan yang semakin kering.
Dishut Kaltara juga akan memperkuat patroli dan pemantauan menggunakan drone untuk mendeteksi titik api secara lebih cepat. Pemantauan dari udara diharapkan dapat membantu petugas menentukan langkah penanganan dan mempercepat proses pemadaman di lapangan.
Kepala Bidang Perlindungan, Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Dishut Kaltara, Maryanto, mengatakan karhutla diperkirakan masih berpotensi terjadi hingga September. Karena itu, diperlukan langkah tambahan dengan meminta dukungan BNPB untuk melaksanakan modifikasi cuaca.
Hujan buatan diharapkan dapat membantu membasahi lahan, terutama kawasan gambut yang saat ini dalam kondisi sangat kering. Selain menekan potensi munculnya titik api baru, langkah tersebut juga diharapkan dapat membantu petugas memadamkan kebakaran yang telah terjadi.
Di sisi lain, masyarakat kembali diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara terdampak kabut asap akibat karhutla.*(isk/kdy)






