TARAKAN – Warga memotong pipa jaringan Perumda Tirta Alam Tarakan untuk mendapatkan sumber air saat kebakaran melanda permukiman padat RT 16, perbatasan Kelurahan Selumit Pantai dan Karang Rejo, Jumat (18/9/2026). Langkah tersebut dilakukan karena akses menuju lokasi kebakaran cukup terbatas.
Direktur Perumda Tirta Alam Tarakan, Iwan Setiawan, mengatakan pihaknya tidak mempersoalkan kerusakan pipa jika tindakan tersebut dilakukan dalam kondisi darurat untuk membantu pemadaman. Menurutnya, keselamatan masyarakat menjadi prioritas.
“Kalau untuk memadamkan kebakaran, pipa yang dipotong itu tidak masalah. Yang paling utama adalah keselamatan masyarakat,” ujar Iwan, Jumat (18/9).
Iwan memahami kondisi permukiman pesisir yang padat dan akses jalan yang sempit menyulitkan kendaraan pemadam menjangkau titik api. Ia juga mengapresiasi warga yang bergerak cepat memanfaatkan sumber air di sekitar lokasi untuk mencegah api semakin meluas.
Meski tidak mempersoalkan pemotongan pipa dalam kondisi darurat, Iwan meminta warga atau ketua RT segera melaporkan lokasi pipa yang rusak setelah kebakaran selesai. Perumda Tirta Alam akan mengerahkan tim teknis untuk mengecek dan memperbaiki jaringan yang terdampak.*(isk/kdy)






