Kabut Asap Makin Tebal, Nelayan Tarakan Batasi Aktivitas Melaut

Kaltara, Tarakan92 Dilihat

TARAKAN – Kabut asap yang menyelimuti wilayah perairan Tarakan mulai berdampak terhadap hasil tangkapan dan pendapatan nelayan. Kondisi jarak pandang yang terbatas membuat sebagian nelayan mengurangi aktivitas melaut, sementara hasil tangkapan disebut mengalami penurunan cukup drastis selama hampir satu bulan terakhir.

Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kalimantan Utara (Kaltara) Rustan mengatakan, kondisi tersebut semakin menyulitkan nelayan tradisional yang sebagian besar menggantungkan kebutuhan sehari-hari dari hasil melaut. Hal itu disampaikannya saat dikonfirmasi Senin (7/9/2026). Menurutnya, penurunan hasil tangkapan sudah dirasakan selama hampir satu bulan terakhir.

banner 336x280

Selain hasil tangkapan yang menurun, keterbatasan jarak pandang juga menjadi pertimbangan nelayan untuk melaut. Sebagian nelayan masih mengandalkan aplikasi navigasi melalui telepon seluler, namun cara tersebut memiliki keterbatasan ketika menghadapi kabut asap. Gangguan jaringan, kesalahan aplikasi hingga baterai telepon seluler yang habis menjadi risiko yang harus diperhitungkan.

Rustan memperkirakan sekitar 70 persen nelayan saat ini tidak melaut, sedangkan sekitar 30 persen lainnya masih beraktivitas dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan. Angka tersebut merupakan perkiraan KNTI, bukan data resmi hasil pendataan seluruh nelayan. Selain risiko tersesat, biaya bahan bakar minyak (BBM) juga menjadi pertimbangan karena hasil tangkapan yang menurun dinilai tidak sebanding dengan biaya operasional.

Menurut Rustan, keterbatasan perangkat navigasi menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian pemerintah. Nelayan tradisional membutuhkan dukungan peralatan navigasi yang lebih memadai agar keselamatan tetap terjaga sekaligus membantu mereka tetap dapat beraktivitas ketika kondisi perairan terganggu kabut asap.*(isk/kdy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *