TIDENG PALE – Efisiensi anggaran berdampak signifikan terhadap kemampuan fiskal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung. Anggaran daerah yang sebelumnya berada di kisaran Rp1,5 triliun kini turun menjadi sekitar Rp730 miliar.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Tana Tidung, Saharin, mengatakan kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus lebih selektif dalam menjalankan program pembangunan. Meski demikian, efisiensi tidak sampai menghentikan pembangunan maupun pelayanan kepada masyarakat.
Pemkab Tana Tidung tetap memprioritaskan program yang dinilai krusial dan benar-benar dibutuhkan masyarakat. Sementara sejumlah usulan masyarakat yang belum menjadi prioritas belum dapat diakomodasi pada tahun ini dan akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
Untuk mendukung pelaksanaan program, Pemkab Tana Tidung juga berupaya mencari sumber pembiayaan lain melalui komunikasi dengan pemerintah pusat dan kementerian terkait. Setiap organisasi perangkat daerah (OPD) didorong aktif mencari peluang dukungan anggaran melalui kementerian masing-masing.
Saharin menegaskan program yang belum dapat direalisasikan pada 2026 tidak serta-merta dibatalkan. Pelaksanaannya dapat digeser ke 2027 dengan menyesuaikan tahapan dan kemampuan fiskal daerah. Termasuk rencana pemindahan aktivitas pemerintahan ke kawasan pusat pemerintahan yang belum dapat direalisasikan sepenuhnya tahun ini, namun tetap menjadi komitmen Pemkab Tana Tidung untuk diwujudkan.*(isk/kdy)






