NUNUKAN – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, mengalami peningkatan. Hingga 2 Oktober 2026, tercatat empat kasus, meningkat dari satu kasus pada awal periode pemantauan.
Dari empat kasus tersebut, tiga pasien dinyatakan positif DBD dan merupakan anak usia sekolah. Sementara satu pasien lainnya masih menjalani perawatan dengan status suspek atau dugaan DBD dan belum dinyatakan positif.
Kepala Puskesmas Aji Kuning, dr. Astri Sulistiarini, mengatakan pihaknya langsung melakukan Penyelidikan Epidemiologis (PE) setelah menemukan kasus. Pemeriksaan dilakukan untuk melihat kondisi lingkungan tempat tinggal pasien sekaligus mengidentifikasi lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
“Hasil penyelidikan menemukan sejumlah kondisi lingkungan yang dinilai berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Di beberapa rumah, petugas menemukan sampah berupa botol bekas minuman dan kaleng bekas susu yang berpotensi menampung air,” ujar Astri, Jumat (2/10).
Selain menemukan wadah yang berpotensi menampung air, petugas juga mendapati jentik nyamuk pada sejumlah tempat penampungan air. Kondisi serupa ditemukan pada parit di sekitar permukiman yang tidak mengalir dengan baik dan terdapat genangan. Karena itu, Puskesmas Aji Kuning mengajak masyarakat memperkuat pencegahan melalui 3M Plus, menjaga kebersihan lingkungan, serta melibatkan perangkat desa, kader Posyandu, PKK, Karang Taruna, tokoh agama dan guru PAUD dalam upaya menekan penyebaran DBD.*(isk/kdy)












