Diduga Tersinggung, Pekerja Tikam Mandor Proyek Sekolah Rakyat di Tarakan

TARAKAN – Perselisihan saat sarapan di mes pekerja proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Jalan Pangeran Aji Iskandar, Kelurahan Juata Laut, Tarakan Utara, berujung aksi penusukan, Rabu (22/7) pagi. Seorang mandor bangunan berinisial MT (36) menjadi korban setelah diduga ditikam oleh salah seorang pekerja berinisial AS (45).

Kapolres Tarakan AKBP Erwin Syaputra Manik melalui Kapolsek Tarakan Utara IPTU Ghazy Prima Daffa Ohoirat menjelaskan, insiden bermula sekitar pukul 06.20 Wita ketika para pekerja berkumpul menunggu arahan pekerjaan. Percakapan mengenai pelaksanaan pekerjaan hari itu memicu adu mulut setelah korban menyampaikan pekerjaan tidak dilakukan karena para pekerja dinilai hanya datang untuk duduk-duduk.

Meski sempat dilerai rekan-rekan pekerja, situasi kembali memanas. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku diduga mengambil pisau dapur dari mes, lalu menikam korban sebanyak dua kali dari arah belakang. Korban mengalami luka tusuk di bagian punggung dan paha sebelum dilarikan ke RS Bhayangkara Tarakan untuk mendapatkan perawatan medis.

Usai kejadian, terduga pelaku melarikan diri melalui pintu belakang mes. Personel Polsek Tarakan Utara bersama Unit Reskrim dan Unit Intel langsung melakukan olah tempat kejadian perkara serta menyebar mencari keberadaan pelaku. Sekitar pukul 16.00 Wita, terduga pelaku berhasil diamankan saat berjalan kaki di Kelurahan Karang Harapan, Tarakan Barat, tanpa perlawanan.

Saat ini penyidik masih mendalami motif penusukan dan melengkapi alat bukti, termasuk mencari pisau yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan sementara, polisi belum menemukan adanya konflik pribadi maupun dendam lama antara korban dan terduga pelaku sebelum insiden terjadi.*ISK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *