TARAKAN – Tingginya mobilitas orang dan barang di Kota Tarakan menjadi perhatian aparat keamanan karena dinilai berpotensi memicu berbagai tindak pidana lintas wilayah, termasuk tindak pidana perdagangan orang (human trafficking).
Hal tersebut disampaikan Kapolres Tarakan AKBP Erwin Syaputra Manik saat peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar Polres Tarakan.
Menurut Erwin, posisi Tarakan sebagai kota kepulauan sekaligus pintu masuk di Kalimantan Utara membuat arus keluar-masuk orang dan barang cukup tinggi. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Tarakan memiliki dinamika yang cukup kompleks. Lalu lintas orang dan barang cukup tinggi, dan itu membuka potensi berbagai gangguan keamanan, termasuk tindak pidana seperti human trafficking. Karena itu diperlukan kerja sama seluruh elemen dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” ujarnya.
Ia menegaskan, penanganan persoalan keamanan tidak dapat dilakukan hanya oleh kepolisian. Diperlukan kolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI, instansi terkait, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan agar potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini.
“Penanganan keamanan tidak bisa berdiri sendiri. Sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, tokoh masyarakat hingga organisasi kemasyarakatan menjadi kunci dalam menjaga situasi tetap aman,” katanya.
Senada dengan itu, Wakil Wali Kota Tarakan Ibnu Saud menilai tingginya aktivitas masyarakat di Kota Tarakan turut meningkatkan potensi munculnya berbagai persoalan lintas wilayah.
“Tarakan memiliki mobilitas orang dan barang yang tinggi. Ada potensi persoalan lintas wilayah, termasuk human trafficking. Kondisi ini membutuhkan Polri yang adaptif dan cepat merespons,” ujarnya.
Ia mengapresiasi sinergi yang selama ini terjalin antara Polri, pemerintah daerah, TNI, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas keamanan di Kota Tarakan.
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 juga menjadi momentum bagi Polres Tarakan untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan profesionalisme, pelayanan kepada masyarakat, serta mempererat kolaborasi lintas sektor guna menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang.






