TARAKAN – Perubahan cuaca mulai memberi harapan terhadap kondisi udara di Kalimantan Utara (Kaltara). Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Kaltara dalam sepekan ke depan.
Kondisi tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kelembapan lahan dan menekan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, turunnya hujan belum serta-merta menghilangkan ancaman kabut asap di wilayah Kaltara.
Kepala BMKG Tarakan, M. Sulam Khilmi mengatakan, secara umum peluang hujan di Kaltara cukup tinggi dalam satu minggu mendatang. Sementara itu, prakiraan cuaca lebih rinci untuk masing-masing kabupaten dan kota akan mengikuti pembaruan harian BMKG.
“Secara umum dalam satu minggu ke depan Kaltara diperkirakan mengalami hujan sedang hingga lebat,” kata Khilmi, Selasa (22/9).
Menurutnya, kualitas udara Kaltara juga dipengaruhi kondisi cuaca dan sumber asap dari luar daerah. Saat angin masih dominan bergerak dari selatan ke utara, asap dari wilayah yang mengalami karhutla di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah berpotensi terbawa menuju Kaltara. Aktivitas karhutla di wilayah Sulawesi juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.*(isk/kdy)






