Jarak Pandang di Laut Kaltara Bisa Turun 1 Kilometer, Pelayaran Diminta Waspada

Kaltara, Tarakan35 Dilihat

TARAKAN – Sebaran kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya menyelimuti daratan Kalimantan Utara (Kaltara), tetapi juga telah mencapai wilayah perairannya. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena jarak pandang di laut dapat berubah dengan cepat, terutama ketika angin melemah dan asap berkumpul di satu wilayah.

Kepala BMKG Tarakan Muhammad Sulam Khilmi mengatakan, sebaran asap bahkan sempat bergerak hingga perairan Filipina dan sejumlah pulau di negara tersebut yang berada dekat wilayah Indonesia sekitar satu pekan sebelum Senin (7/9/2026). Menurutnya, konsentrasi asap di laut tidak selalu sama pada setiap lokasi.

banner 336x280

Sulam menjelaskan, ketika angin relatif tenang, asap cenderung bertahan dan berkumpul sehingga jarak pandang dapat menurun secara signifikan. Kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas pelayaran, terutama ketika jarak pandang turun hingga di bawah kondisi normal.

“Jarak pandang 2 kilometer di laut sebenarnya sudah cukup mengganggu pelayaran, apalagi kalau turun sampai 1 kilometer,” kata Sulam saat dikonfirmasi Senin (7/9/2026).

Perubahan jarak pandang dipengaruhi kondisi angin dan penyinaran matahari. Ketika permukaan mulai mendapat pemanasan matahari, terjadi perubahan suhu yang memicu pergerakan dan sirkulasi udara. Sebagian asap kemudian dapat terangkat ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi sehingga konsentrasinya di dekat permukaan berkurang dan jarak pandang perlahan membaik, meski sebaran asap belum sepenuhnya hilang.*(isk/kdy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *