TANJUNG SELOR – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat di Kabupaten Bulungan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan mencatat adanya kenaikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sekitar 5–10 persen berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.
Kepala Dinkes Bulungan H. Imam Sujono mengatakan, data tersebut diperoleh melalui uji petik di delapan puskesmas, serta sejumlah praktik dokter spesialis anak dan dokter umum. Meski kenaikan kasus belum tergolong signifikan, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian karena terjadi di tengah munculnya kabut asap akibat karhutla di sejumlah wilayah.
Menurutnya, dampak paparan asap tidak selalu langsung dirasakan masyarakat. Warga yang terpapar belum tentu langsung mengalami gejala seperti batuk dan pilek. Namun, Dinkes Bulungan mewaspadai kemungkinan meningkatnya jumlah penderita ISPA dalam satu hingga dua pekan mendatang apabila kondisi kabut asap semakin parah.
Kelompok anak-anak menjadi salah satu yang mendapat perhatian karena kasus ISPA cukup banyak ditemukan pada kelompok usia tersebut. Masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan perlindungan diri, termasuk menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar ruangan dan mengurangi paparan asap.
Selain itu, Dinkes Bulungan juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap anak-anak sekolah. Pemantauan kondisi kesehatan masyarakat terus dilakukan sebagai langkah awal menghadapi potensi lonjakan kasus ISPA selama karhutla dan kabut asap masih terjadi.*(isk/kdy)






