Hujan di Kaltara Diprediksi Meningkat Oktober, Potensi Karhutla Berpeluang Menurun

Kaltara, Tarakan33 Dilihat

TARAKAN – Setelah menghadapi puncak musim kemarau sepanjang September, sejumlah wilayah di sekitar Kalimantan Utara (Kaltara) diperkirakan mulai memasuki kondisi yang lebih basah pada Oktober. Peningkatan curah hujan diharapkan turut menekan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang selama ini menjadi salah satu sumber kabut asap.

Kepala BMKG Tarakan, M. Sulam Khilmi mengatakan, peluang perbaikan kondisi kabut asap lebih besar ketika memasuki Oktober. Hal tersebut berkaitan dengan berakhirnya periode puncak musim kemarau di sejumlah wilayah yang menjadi sumber karhutla.

banner 336x280

Khilmi menyebut puncak musim kemarau di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah berlangsung sepanjang September. Minimnya curah hujan membuat vegetasi dan lahan menjadi lebih kering sehingga lebih mudah terbakar.

“Kami berharap memasuki Oktober kondisi tersebut mulai membaik seiring meningkatnya curah hujan dan menurunnya tingkat kemudahan lahan untuk terbakar. Mudah-mudahan setelah melewati puncak kemarau pada September, memasuki Oktober tingkat karhutla menurun,” ujarnya, Senin (22/9).

Meski curah hujan diperkirakan meningkat, kondisi tersebut tidak serta-merta menghentikan potensi masuknya asap ke Kaltara. Pergerakan asap masih dipengaruhi keberadaan sumber karhutla dan pola angin. Selain itu, masyarakat perlu mewaspadai potensi cuaca ekstrem berupa angin kencang yang diperkirakan terjadi di Tarakan pada akhir September dan juga berpotensi terjadi di Malinau. Kondisi tersebut dapat menyebabkan pohon tumbang, kerusakan atap bangunan hingga robohnya baliho.*(isk/kdy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *