TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (DKIP) terus memperluas akses internet di wilayah yang masih mengalami keterbatasan jaringan atau blankspot. Hingga 2026, sebanyak 42 lokasi di sejumlah kecamatan telah menerima perangkat Starlink.
Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, perluasan akses internet dilakukan secara bertahap melalui distribusi perangkat Starlink ke wilayah yang membutuhkan. Program tersebut ditujukan untuk memperluas konektivitas, khususnya di daerah yang belum terjangkau jaringan internet secara optimal. “Upaya ini dilakukan untuk memperluas akses internet, khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan jaringan,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Selasa (29/9).
Pada 2025, Pemkab Bulungan telah menyalurkan perangkat Starlink ke 32 lokasi. Program tersebut kemudian dilanjutkan pada 2026 dengan penambahan 10 lokasi. Dengan demikian, total terdapat 42 lokasi yang telah menerima perangkat Starlink hingga tahun ini.
Dari total tersebut, penerima terdiri atas 20 kantor desa, delapan sekolah, enam puskesmas, enam pemukiman warga dan dua kantor camat. Berdasarkan wilayah, Peso menjadi kecamatan dengan penerima terbanyak sebanyak 12 lokasi, disusul Sekatak 11 lokasi, Peso Hilir delapan lokasi, Tanjung Palas Barat empat lokasi, Tanjung Palas Tengah tiga lokasi, serta masing-masing satu lokasi di Bunyu, Tanjung Palas Timur dan Tanjung Palas.
Syarwani mengatakan, penyediaan Starlink merupakan bagian dari upaya Pemkab Bulungan dalam pemerataan konektivitas digital. Akses internet diharapkan dapat menunjang aktivitas masyarakat serta pelayanan publik, pendidikan, kesehatan dan pemerintahan di tingkat desa. Pemkab Bulungan juga akan terus mendorong penguatan infrastruktur digital agar manfaat konektivitas dapat dirasakan lebih luas di wilayah yang masih mengalami keterbatasan jaringan.*(isk/kdy)







