Akses Sungai Picu Harga Sembako Melonjak di Desa Pujungan

Kaltara, Malinau51 Dilihat

Kaltarapos.id – Keterbatasan infrastruktur di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) mendorong tingginya harga kebutuhan pokok di Desa Pujungan, Kecamatan Long Pujungan, Kabupaten Malinau. Kepala Desa Pujungan, Wiratama Jalung, menyoroti kondisi tersebut dan menyebut akses transportasi yang minim sebagai penyebab utama mahalnya biaya hidup masyarakat.

Wiratama menjelaskan, warga hingga kini hanya mengandalkan jalur sungai menggunakan longboat untuk mengangkut barang dan kebutuhan pokok. Ketergantungan pada transportasi sungai membuat biaya distribusi melonjak dan berdampak langsung pada harga di tingkat konsumen.

“Karena akses kami hanya lewat sungai, semua kebutuhan jadi mahal. BBM saja di Pujungan bisa sampai Rp20 ribu per liter. Bisa dibayangkan selisihnya dengan harga di kota,” ujarnya, Sabtu (14/2).

Ia menegaskan, tingginya ongkos angkut mendorong kenaikan harga sembako dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Kondisi ini menyulitkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar serta menggerus daya beli warga.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Wiratama mendorong pemerintah daerah dan pusat segera membuka dan membangun akses jalan darat menuju wilayahnya. Ia menilai akses darat akan memperlancar distribusi barang, menekan biaya logistik, serta menurunkan harga kebutuhan pokok.

“Kami sangat berharap ada perhatian serius untuk membangun badan jalan ke wilayah kami. Kalau akses darat terbuka, ekonomi masyarakat pasti ikut berkembang,” tegasnya.

Sebagai kepala desa pergantian antar waktu (PAW), Wiratama menyatakan komitmennya memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pembangunan infrastruktur yang menjadi kunci pengendalian harga di wilayah pedalaman dan perbatasan Kabupaten Malinau.(Ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *