TARAKAN – Belasan pekerja asal Jawa Barat memilih meninggalkan lokasi perkebunan karet di Sajau, Kabupaten Bulungan, setelah mengaku kondisi pekerjaan yang mereka jalani tidak sesuai dengan informasi saat perekrutan.
Para pekerja sebelumnya datang ke Kaltara dengan harapan mendapatkan pekerjaan sebagai penyadap karet dengan penghasilan sekitar Rp3,9 juta. Namun, setelah tiba dan mulai bekerja, mereka mengaku menemukan kondisi yang berbeda dari informasi yang diterima sebelumnya.
Kasi Humas Polres Tarakan Iptu Rusli mengatakan, para pekerja kemudian mendatangi SPKT Polres Tarakan untuk meminta penanganan. Polisi menerima laporan mereka dan langsung berkoordinasi dengan instansi terkait.
“Setelah sampai di sana dan mulai bekerja, ternyata kondisinya tidak sesuai dengan informasi awal. Akhirnya pekerja meninggalkan lokasi kerja dan datang ke Tarakan,” ujar Rusli, Jumat (7/8).
Polres Tarakan kemudian berkoordinasi dengan Disperinaker dan Dinas Sosial Tarakan. Untuk sementara, belasan pekerja tersebut ditempatkan di shelter Dinas Sosial sambil menunggu pendataan dan penanganan lebih lanjut sesuai kewenangan masing-masing instansi.*(Isk/kdy)







