TANJUNG SELOR – Jarak pandang di wilayah Tanjung Selor hanya mencapai 2 kilometer pada Minggu (30/8). Kondisi tersebut masuk kategori jarak pandang terbatas sehingga dinilai kurang aman bagi aktivitas pelayaran dengan kecepatan normal.
Forecaster Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan, Farid Hardiansyah mengatakan, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bagi operator maupun pengguna transportasi laut. Pengurangan kecepatan kapal disarankan untuk mengantisipasi keterbatasan jarak pandang selama pelayaran.
Selain jarak pandang, kualitas udara di Tanjung Selor juga menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai. Pada pukul 13.00 WITA, konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 113,4 mikrogram per meter kubik dengan status Tidak Sehat.
Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan keberadaan hotspot di sejumlah wilayah Kalimantan. Hingga pukul 14.54 WITA, BMKG mencatat 56 hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang di Kaltara, sementara di Kalimantan Timur terdapat lebih dari 400 hotspot yang sebagian berada di sekitar wilayah perbatasan Kaltara.
BMKG memperkirakan potensi kabut asap masih dapat meningkat seiring rendahnya curah hujan. Kondisi hujan rendah diprediksi masih terjadi di sejumlah wilayah Kaltara selama September, terutama Tanjung Palas Timur dan bagian selatan Malinau. Masyarakat, khususnya pengguna transportasi laut, diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.*(isk/kdy)







