TARAKAN – Faktor kelalaian pengendara atau human error masih menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas di Kota Tarakan. Hingga pertengahan Juni 2026, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan mencatat sebanyak 20 kasus kecelakaan dengan satu korban meninggal dunia.
Kasat Lantas Polres Tarakan, IPTU Ardi Wisnu Prandana, mengatakan hasil penyelidikan terhadap sejumlah kasus menunjukkan mayoritas kecelakaan terjadi akibat kurangnya konsentrasi pengendara serta rendahnya kepatuhan terhadap kondisi dan aturan lalu lintas di jalan.
“Sebagian besar kecelakaan yang terjadi dipicu oleh kelalaian pengendara. Kurangnya fokus saat berkendara masih menjadi faktor dominan,” ujarnya.
Salah satu kasus yang menjadi perhatian terjadi di kawasan Bandara Juwata Tarakan dan menyebabkan satu korban meninggal dunia. Berdasarkan hasil penyelidikan serta analisis rekaman CCTV, kecelakaan tersebut dipastikan terjadi akibat kesalahan pengendara.
“Dari hasil pemeriksaan CCTV, kendaraan korban menabrak kendaraan lain yang berada di jalur yang benar. Sementara kendaraan yang ditabrak dalam posisi normal dan sesuai jalurnya,” jelas Ardi.
Menurutnya, kasus tersebut telah dinyatakan selesai setelah pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Santunan dari Jasa Raharja juga telah disalurkan kepada ahli waris korban.
“Pihak keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak mempermasalahkannya lagi. Santunan dari Jasa Raharja juga telah diberikan kepada ahli waris, sehingga kasus ini kami nyatakan selesai,” katanya.
Berdasarkan data Satlantas Polres Tarakan, kendaraan roda dua masih menjadi jenis kendaraan yang paling banyak terlibat dalam kecelakaan lalu lintas. Dari 20 kasus yang tercatat hingga Juni 2026, total kerugian material diperkirakan mencapai Rp56 juta.
Untuk menekan angka kecelakaan, Satlantas Polres Tarakan terus meningkatkan patroli rutin, pengaturan lalu lintas pada jam-jam sibuk, serta memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya keselamatan berkendara.
“Kami berharap masyarakat lebih disiplin dan tetap fokus saat berkendara. Keselamatan di jalan sangat bergantung pada perilaku pengendara itu sendiri,” pungkasnya.(Ndy)






