TIDENG PALE – Ratusan personel Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 922/Upun Taka di Kabupaten Tana Tidung (KTT) menjalani skrining kesehatan untuk mendeteksi tuberkulosis (TB) dan malaria. Pemeriksaan dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) KTT bersama jajaran Puskesmas Betayau pada pekan lalu.
Kepala Dinkes KTT H. M. Sarif mengatakan, pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini penyakit, terutama karena banyak orang berkumpul dalam satu kawasan. Awalnya, pemeriksaan direncanakan mencakup narkoba, TB, dan malaria. Namun, pemeriksaan narkoba ditunda sehingga kegiatan difokuskan pada dua penyakit tersebut.
Menurut Sarif, skrining TB juga menjadi perhatian karena merupakan bagian dari program kesehatan nasional. Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah antisipasi dan bukan berarti personel yang berada di lokasi dicurigai mengidap penyakit tertentu. Sebelumnya, pemeriksaan serupa terhadap masyarakat umum juga telah dilakukan di lima kecamatan di Tana Tidung.
Ia menjelaskan, TB dan malaria merupakan dua penyakit yang berbeda. TB dapat menular melalui udara dari orang yang terinfeksi, sedangkan malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk yang membawa parasit. Seseorang juga berpotensi mengalami lebih dari satu penyakit sehingga pemeriksaan diperlukan untuk memastikan kondisi kesehatannya.
Sarif menegaskan, apabila ditemukan personel yang terindikasi positif, petugas dapat segera melakukan pemeriksaan lanjutan dan memberikan pengobatan sesuai kebutuhan. Sementara itu, hasil skrining TB dan malaria masih menunggu laporan petugas di lapangan, sedangkan pemeriksaan narkoba belum dilaksanakan karena masih ditunda.*(isk/kdy)












