NUNUKAN – Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI) membentuk tim khusus untuk membahas berbagai persoalan di Pulau Sebatik bersama pemerintah Malaysia. Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan kawasan perbatasan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pembentukan tim khusus disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Kepala BNPP RI dalam forum Indonesia Border Partnership Coffee Morning di Kantor Sekretariat Tetap BNPP RI Jakarta, Rabu (16/9).
Forum bertema Strengthening Cooperation in Managing Our Border to Foster Prosperity tersebut membahas pengelolaan perbatasan yang tidak hanya berkaitan dengan aspek kedaulatan, tetapi juga aktivitas ekonomi, perdagangan lintas batas, serta kesejahteraan masyarakat. Dalam forum itu, Duta Besar Malaysia, Dato’ Muzaffar Shah Mustafa, menyebut masyarakat di kedua sisi perbatasan memiliki keterkaitan sosial dan ekonomi yang erat.
Tito mengatakan, kawasan perbatasan perlu dikembangkan sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pembangunan perbatasan harus memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan dengan negara tetangga. “Perbatasan bukan lagi sekadar ‘halaman belakang’ Indonesia. Kami ingin menciptakan perbatasan sebagai ‘halaman depan’ negara,” kata Tito.
Terkait Pulau Sebatik, Tito menyampaikan BNPP RI bersama kementerian dan lembaga terkait telah membentuk tim khusus untuk membahas persoalan tersebut bersama pemerintah Malaysia. Sementara itu, Muzaffar menyebut komunikasi kedua negara mengenai Sebatik menunjukkan perkembangan positif. Ia mengatakan kedua lembaga yang bertanggung jawab telah melakukan pertemuan dan berkomunikasi secara aktif untuk menyelesaikan berbagai persoalan di kawasan tersebut.*(isk/kdy)






