KALIMANTAN BARAT – Presiden Prabowo Subianto tiba di Kalimantan Barat, Sabtu (22/8), untuk meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Setibanya di lokasi, Presiden langsung menerima laporan terbaru mengenai situasi karhutla yang masih melanda sejumlah wilayah.
Dalam laporan tersebut, pemerintah mencatat sebanyak 3.704 hotspot atau titik panas terdeteksi dalam 24 jam terakhir. Dari jumlah itu, 198 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi, 3.100 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah, dan 406 titik lainnya berada pada tingkat kepercayaan rendah.
Tenaga Ahli Kepala BNPB Brigjen TNI (Purn) Asrianus Bulo menjelaskan, hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi mengindikasikan adanya titik api dan asap. Sementara tingkat kepercayaan menengah menunjukkan adanya kepulan asap, sedangkan tingkat rendah merupakan titik panas yang terdeteksi melalui satelit.
Sebaran hotspot disebut cukup banyak berada di wilayah Kalimantan Barat, terutama Kabupaten Ketapang, Kubu Raya, dan Kayong Utara. Titik panas juga terpantau di sejumlah wilayah lain seperti Sanggau, Sintang, dan Sambas.
Pemerintah bersama BNPB dan instansi terkait terus memperkuat langkah penanganan. Salah satunya melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan memanfaatkan potensi pertumbuhan awan dan hujan di sejumlah wilayah.
Presiden Prabowo menegaskan pentingnya penanganan cepat dan terkoordinasi di lapangan. Karhutla menjadi perhatian serius karena kabut asap tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada penerbangan dan telah melintas hingga ke negara tetangga.*(isk/kdy)






