TANJUNG SELOR – Kualitas udara yang memburuk di sejumlah wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) berdampak pada kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara mencatat 1.049 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada minggu ke-35, periode 30 Agustus hingga 5 September 2026.
Kepala Dinkes Kaltara, Usman, mengatakan jumlah tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan minggu ke-34 atau periode 23–29 Agustus 2026 yang mencatat 497 kasus. Sebelumnya, pada minggu ke-33 tercatat 140 kasus dan minggu ke-32 sebanyak 103 kasus.
“Di minggu ke-35 itu ada 1.049 kasus ISPA. Ini lebih dua kali lipat dibanding minggu ke-34 yang masih 497 kasus,” ujar Usman kepada Radar Tarakan, Kamis (17/9).
Menurut Usman, tingginya kasus ISPA pada minggu ke-35 berkaitan dengan kabut asap yang terjadi belakangan ini. Meski pada minggu ke-36 jumlah kasus tercatat turun menjadi 11 kasus, Dinkes Kaltara tetap memantau perkembangan kondisi udara dan kasus ISPA.
Dinkes Kaltara mengimbau masyarakat menjaga kesehatan dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika kualitas udara memburuk. Penanganan masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan juga tetap dilakukan melalui fasilitas kesehatan, seperti puskesmas dan rumah sakit terdekat.*(isk/kdy)






