TANJUNG SELOR – Suasana di Sungai Desa Jelarai, Kecamatan Tanjung Selor, Bulungan, mendadak berubah mencekam. Seorang warga dilaporkan tenggelam saat berenang, Selasa (11/8) sore.
Tim SAR gabungan langsung bergerak melakukan pencarian. Namun, hingga malam menjelang, korban belum juga ditemukan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WITA. Korban dilaporkan tenggelam di sungai yang berada pada koordinat 2°49’00.0″N 117°23’38.1″E.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga (Kasi Ops) Basarnas Tarakan Dede Hariana mengatakan, laporan kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Tarakan melalui Unit Siaga SAR Bulungan sekitar pukul 18.40 WITA dari BPBD Kaltara.
“Kami menerima informasi bahwa telah terjadi kondisi membahayakan manusia berupa satu orang tenggelam saat berenang di Sungai Desa Jelarai,” kata Dede kepada Radar Kaltara, Selasa (11/8).
Mendapat laporan tersebut, tim SAR gabungan langsung menuju lokasi. Jarak tempuh diperkirakan sekitar 2,2 nautical miles dengan heading 119,16 derajat. Tim membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit untuk tiba di lokasi.
Setibanya di lokasi, petugas langsung menyisir area sekitar titik kejadian. Pencarian dilakukan secara visual dengan memanfaatkan kondisi yang masih memungkinkan untuk melakukan penyisiran.
Namun, hingga pukul 21.00 WITA, hasilnya masih nihil. Korban belum ditemukan.
“Tim SAR gabungan telah melaksanakan pencarian dengan metode visual di sekitar lokasi kejadian, tetapi hasilnya nihil,” ungkap Dede.
Kondisi yang semakin gelap membuat pencarian tidak bisa dilanjutkan secara maksimal. Tim kemudian melakukan debriefing dan evaluasi untuk menentukan langkah pencarian berikutnya.
Operasi SAR pun dihentikan sementara dan akan kembali dilanjutkan Rabu (12/8) pagi.
Tim dijadwalkan kembali bergerak pada pukul 06.30 WITA. Penyisiran akan dilanjutkan untuk mencari keberadaan korban yang hingga malam tadi masih belum ditemukan. (ant/rtg)






