TARAKAN – Lima dapur penyedia Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Tarakan masih belum beroperasi hingga awal Agustus 2026. Kondisi ini mendapat perhatian DPRD Tarakan karena sejumlah dapur telah cukup lama menjalani penghentian sementara.
Ketua Komisi II DPRD Tarakan Simon Patino mengatakan, pihaknya akan menyurati Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meminta kejelasan terkait status lima dapur tersebut. DPRD ingin memastikan kapan dapur yang telah memenuhi perbaikan dapat kembali beroperasi.
Menurut Simon, kelima dapur itu dikelola tiga yayasan, yakni Yayasan Kristen Toraja, Yayasan Pangan Emas Kaltara, dan Yayasan Sadewa Pejuang Bergizi. Lama penghentian masing-masing dapur juga berbeda, bahkan ada yang sudah lebih dari empat bulan.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah dapur Pamusian 1 milik Yayasan Kristen Toraja yang telah berstatus suspend selama 122 hari. DPRD menilai kondisi tersebut perlu segera mendapat kepastian,terutama jika seluruh temuan evaluasi sudah diperbaiki oleh pengelola.
“Kalau sudah dinyatakan clear, tetapi belum juga dibuka, ini yang kami pertanyakan. Kami berharap BGN memberikan kepastian agar pelayanan MBG dapat kembali berjalan,” ujar Simon.*(Isk/kdy)











