Pemkot Tarakan Pastikan Puspem Tak Ganggu Program Utama

Kaltara, Tarakan10 Dilihat

Kaltarapos.id – Meski proyek pemindahan pusat pemerintahan (puspem) Kota Tarakan diproyeksikan menelan anggaran besar, Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan memastikan program prioritas daerah tetap berjalan dan tidak terdampak.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Tarakan, Fandariansyah, menegaskan bahwa pemindahan pusat pemerintahan ke kawasan baru tidak akan mengganggu pelaksanaan program strategis lainnya.

“Proyek pemindahan pusat pemerintahan akan berjalan berdampingan dengan penanganan isu-isu krusial yang menjadi perhatian utama pemerintah kota. Semua sudah kami hitung secara seksama. Tidak ada program yang ditinggalkan,” ujarnya, Senin (2/2).

Ia memastikan sejumlah program penting seperti penanganan banjir, pemeliharaan infrastruktur jalan, serta kegiatan lingkungan tetap menjadi prioritas utama meski proyek puspem terus berjalan.

Menurut Fandariansyah, penanganan banjir masih menjadi fokus utama pembangunan Kota Tarakan. Sejumlah wilayah rawan banjir seperti Kelurahan Karang Anyar, Pamusian, Juata Laut, Mamburungan, Karang Harapan, hingga Kampung Enam menjadi perhatian serius pemerintah.

“Salah satu langkah yang kami lakukan adalah memperbaiki dan melebarkan saluran air untuk mencegah genangan, terutama saat musim hujan,” jelasnya.

Selain itu, Pemkot Tarakan juga mengambil langkah konkret dengan memindahkan Masjid Darul Faizin yang berada di jalur aliran air. Bangunan masjid lama dinilai menghambat aliran air sehingga perlu direlokasi.

“Proses hibah atau tukar guling sudah selesai dan masjid baru telah difungsikan. Setelah itu, bangunan lama akan dibongkar agar aliran air lebih lancar,” katanya.

Saluran air di kawasan tersebut direncanakan akan dilebarkan hingga 8–10 meter guna meningkatkan kapasitas tampung air, terutama saat curah hujan tinggi. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir banjir di sejumlah titik rawan.

Di sisi lain, Pemkot Tarakan juga tetap memperhatikan pemeliharaan infrastruktur transportasi. Salah satunya adalah perawatan jembatan kayu di Kelurahan Mamburungan yang kerap rusak akibat beban kendaraan berat, khususnya angkutan rumput laut.

“Jembatan kayu di Mamburungan sering mengalami kerusakan. Perawatannya tetap berjalan dan kami juga merencanakan betonisasi jembatan tersebut secara bertahap sesuai ketersediaan anggaran,” ungkapnya.

Pemeliharaan jalan dan infrastruktur lainnya juga terus dilakukan secara berkala, terutama pada ruas jalan yang sering dilalui kendaraan berat, guna memastikan kelancaran transportasi di seluruh wilayah kota.

Fandariansyah menegaskan, pemindahan pusat pemerintahan merupakan proyek jangka panjang yang akan membawa perubahan besar dalam tata kelola pemerintahan Kota Tarakan, namun tidak akan mengesampingkan kebutuhan mendesak masyarakat.

“Kami sudah mempertimbangkan anggaran dan prioritas pembangunan dengan matang. Pemindahan puspem ini bagian dari rencana jangka panjang, tetapi program prioritas daerah tetap menjadi fokus utama,” pungkasnya.