TARAKAN – Kondisi kekeringan dan kabut asap yang berlangsung lebih dari dua bulan mulai berdampak terhadap vegetasi di Kota Tarakan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan meningkatkan intensitas penyiraman tanaman di sejumlah taman dan median jalan untuk mengantisipasi tanaman mengering.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Kerusakan Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati DLH Tarakan, Chaizir Zain, mengatakan minimnya hujan membuat banyak tanaman mengalami kekeringan. Kondisi tersebut mengharuskan petugas bekerja ekstra untuk menjaga tanaman tetap terawat.
Selain menangani vegetasi, DLH Tarakan meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kabut asap, serta kekeringan. Upaya tersebut juga ditindaklanjuti melalui Surat Edaran Wali Kota sebagai tindak lanjut dari arahan kementerian terkait.
Chaizir menyebut kekeringan yang berlangsung lebih dari dua bulan menjadi salah satu periode yang cukup panjang bagi Tarakan. Minimnya curah hujan juga mulai memengaruhi ketersediaan air, mengingat sebagian besar sungai di Tarakan merupakan sungai tadah hujan yang debitnya bergantung pada intensitas hujan.
Karena itu, ia menilai antisipasi kekeringan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat. Warga diharapkan melakukan langkah pencegahan sejak dini untuk mengurangi dampak kekeringan apabila kondisi tersebut berlangsung lebih lama.*(isk/kdy)






