Geger! Lansia di Tarakan Ditemukan Tewas Membusuk di Kamar Terkunci

Kaltara29 Dilihat

TARAKAN – Pria lanjut usia ditemukan tewas membusuk di dalam kamar kontrakannya di Jalan Anggrek Gang 2, RT 15, Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat, Senin malam, 20 April. Korban berinisial BS (67) diduga telah meninggal dunia sejak beberapa hari sebelum ditemukan.

Penemuan mayat ini bermula dari kecurigaan pemilik kontrakan, Samjuddin, yang tidak melihat aktivitas korban dalam beberapa hari terakhir. Kecurigaan menguat setelah bau menyengat tercium dari dalam rumah.

Ketua RT 15, M. Aziz Salfata, mengatakan informasi awal ia terima saat berpapasan dengan pemilik kontrakan usai salat magrib. “Pemilik kontrakan curiga karena korban sudah beberapa hari tidak terlihat, ditambah bau tidak sedap dari dalam rumah,” ujarnya.

Aziz kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas setempat untuk memastikan penanganan dilakukan sesuai prosedur. Petugas bersama warga mendatangi lokasi, namun pintu rumah dalam keadaan terkunci dari dalam.

Karena tidak bisa dibuka, petugas akhirnya masuk melalui bagian belakang rumah. Saat berhasil masuk, korban ditemukan tergeletak di atas kasur dalam kondisi kaku dan telah membusuk.

“Korban ditemukan di dalam kamar, sudah terbujur kaku. Bau menyengat sangat kuat,” kata Aziz.

Di sekitar tubuh korban, petugas menemukan sejumlah obat-obatan. Berdasarkan keterangan warga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit dan kerap mengeluhkan sakit kepala. Namun, penyebab pasti kematian masih dalam penyelidikan.

Warga sekitar menyebut terakhir kali korban terlihat pada Jumat sore. Sejak Sabtu, bau tidak sedap mulai tercium dari rumah korban dan semakin menyengat dari hari ke hari.

“Awalnya warga hanya mencium bau, tapi belum berani memastikan. Setelah beberapa hari, baru dilaporkan,” ujarnya.

Informasi lain menyebutkan, beberapa hari sebelum ditemukan meninggal, korban sempat membagikan pakaian bekas milik mantan istrinya kepada warga sekitar.

Korban diketahui tinggal seorang diri di kontrakan tersebut dan telah menetap lebih dari tiga tahun. Hingga kini, identitas korban telah dipastikan sebagai warga Tarakan berdasarkan dokumen yang ditemukan di lokasi.

Peristiwa ini juga menjadi perhatian pengurus lingkungan terkait pendataan penghuni kontrakan. “Masih banyak penghuni yang tidak melapor. Ini jadi evaluasi ke depan,” kata Aziz.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban. (rtg/ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *