Dorong Produksi Pangan, MBG Diharapkan Serap Hasil Petani Kaltara

Kaltara, Tarakan26 Dilihat

TARAKAN – Penguatan sektor pangan di Kalimantan Utara (Kaltara) dinilai tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi. Pemerintah juga perlu memastikan adanya pasar yang mampu menyerap hasil produksi petani, peternak, pekebun dan nelayan secara berkelanjutan.

Akademisi Ekonomi Universitas Borneo Tarakan (UBT) Dr. Margiyono mengatakan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat dimanfaatkan untuk menciptakan permintaan terhadap komoditas pangan lokal. Menurutnya, produksi pangan Kaltara perlu diintegrasikan dengan kebutuhan dalam program tersebut.

banner 336x280

“Seharusnya berapa pun kapasitas produksi pangan Kaltara itu harus mutlak diintegrasikan dengan program MBG,” kata Margiyono.

Ia menjelaskan, kebutuhan telur, daging ayam, sayur-mayur, beras hingga ikan untuk program MBG semestinya sebanyak mungkin dipenuhi dari produksi lokal. Dengan begitu, MBG tidak hanya menjadi program pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga dapat menciptakan pasar bagi hasil produksi daerah.

Peningkatan permintaan terhadap komoditas lokal, lanjut Margiyono, dapat memberikan ruang bagi produsen untuk memperoleh harga yang lebih baik. Kondisi tersebut diharapkan mendorong petani dan pelaku usaha pangan meningkatkan produksi. Surplus ekonomi yang dihasilkan juga dapat menjadi modal untuk mengembangkan usaha tanpa sepenuhnya bergantung pada bantuan atau subsidi pemerintah.

Efek lanjutan dari pola tersebut, menurutnya, dapat mendorong lebih banyak generasi muda masuk ke sektor pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan. Bertambahnya tenaga produktif di sektor tersebut dinilai berpotensi meningkatkan produksi pangan Kaltara. “Kalau anak-anak muda, kalau milenial itu masuk kepada sektor ini, tentu akan meningkatkan produktivitas pangan,” pungkasnya.*(isk/kdy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *