Di Tengah Isu Kenaikan HET, MinyaKita Justru Menghilang dari Gerai Resmi Tana Tidung

Kaltara, Tana Tidung23 Dilihat

TIDENG PALE – Di saat wacana kenaikan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng MinyaKita mulai berembus, masyarakat Kabupaten Tana Tidung justru dihadapkan pada persoalan yang lebih mendasar, barangnya tidak tersedia.

MinyaKita dilaporkan kosong di sejumlah gerai resmi, termasuk Rumah Pangan Kita (RPK) dan Gerai Sehati Pasar Imbayud Taka. Padahal, keduanya merupakan mitra distribusi yang seharusnya menjadi garda terdepan penyaluran minyak goreng bersubsidi.

“Kami sudah order ke Bulog, tapi katanya masih kosong,” kata Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop Tana Tidung, M. Tahir, Selasa, 28 April 2026.

Kondisi ini memunculkan ironi tersendiri. Di satu sisi, pemerintah tengah membahas penyesuaian harga. Di sisi lain, pasokan di lapangan justru tak kunjung tersedia.

Menurut Tahir, kekosongan kemungkinan tidak hanya terjadi di gerai resmi. Pengecer di luar jaringan Bulog pun diduga mengalami hal serupa. “Mungkin juga dari produsennya memang masih kosong,” ujarnya.

Stok terakhir yang sempat masuk pun tidak bertahan lama. Sekitar 15 dos MinyaKita—setara 12 kemasan per liter per dos—yang didatangkan ke RPK, disebut sudah habis terjual dalam waktu singkat.

“Baru-baru ini kami datangkan, tapi sudah habis. Kami sudah coba order lagi, tapi masih kosong,” katanya.

Sementara itu, kabar mengenai kenaikan harga masih belum jelas arahnya. Tahir menegaskan hingga kini belum ada informasi resmi terkait perubahan HET.

“Untuk sementara belum ada info kenaikan. Masih isu saja,” ucapnya.

Saat ini, HET MinyaKita masih berada di angka Rp 15.700 per liter harga yang, setidaknya di atas kertas, masih berlaku. Persoalannya, harga tersebut menjadi kurang relevan ketika barangnya sendiri sulit ditemukan.

Pemerintah daerah menyatakan terus memantau distribusi agar pasokan kembali normal. Namun bagi masyarakat, kepastian ketersediaan tampaknya masih harus menunggu di tengah situasi di mana kebutuhan pokok tidak mengenal kata “kosong sementara.” (rtg/ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *