Musim Durian Sebatik Capai Puncak, Wisata Kebun hingga Pasar Malaysia Bergairah

Bisnis, Nunukan48 Dilihat

Nunukan – Musim durian di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mulai bergulir sejak Juni dan diperkirakan mencapai puncaknya hingga akhir Juli 2026. Di berbagai kebun milik warga, buah-buah durian lokal jatuh hampir setiap hari, menandai datangnya musim yang selalu dinantikan petani, pedagang, maupun wisatawan.

Pulau Sebatik dikenal sebagai salah satu sentra penghasil durian di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Beragam varietas lokal tumbuh subur di kawasan ini, mulai dari durian susu, durian mentega, hingga sejumlah kultivar unggulan yang memiliki cita rasa khas dengan daging buah tebal, berwarna kuning cerah, bertekstur lembut, dan beraroma kuat.

Bagi masyarakat Sebatik, musim durian bukan sekadar masa panen. Momentum ini juga menjadi penggerak ekonomi sekaligus daya tarik wisata. Banyak pemilik kebun membuka lahannya bagi pengunjung yang ingin menikmati durian langsung dari pohonnya. Di sejumlah kebun, wisatawan dipersilakan menyantap durian sepuasnya tanpa dipungut biaya. Pengunjung baru dikenai pembayaran apabila membawa pulang buah sebagai oleh-oleh.

Tradisi tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun dan menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi wisatawan dari Kabupaten Nunukan, Kota Tarakan, hingga negara tetangga Malaysia. Pada akhir pekan, sejumlah kebun durian dipadati pengunjung yang sengaja datang untuk menikmati sensasi menyantap buah yang baru saja jatuh dari pohonnya.

Selain memenuhi kebutuhan pasar lokal, durian Sebatik juga menjadi komoditas yang diminati di Malaysia. Para pengepul umumnya membeli hasil panen langsung dari petani untuk kemudian dipasarkan ke Tawau, Sabah, yang hanya berjarak sekitar 15 menit perjalanan laut dari Sebatik. Kedekatan geografis membuat distribusi buah berlangsung cepat sehingga kualitas durian tetap terjaga saat tiba di tangan konsumen.

Setelah musim panen durian lokal berakhir pada penghujung Juli, petani memperkirakan panen durian Montong akan dimulai pada Agustus. Varietas ini dikenal memiliki ukuran buah lebih besar dengan daging yang tebal sehingga menjadi salah satu jenis yang paling banyak diburu pembeli.

Bagi masyarakat Sebatik, pergantian musim panen tersebut membuat pasokan durian tetap tersedia selama beberapa bulan. Kondisi ini turut menjaga aktivitas perdagangan, meningkatkan pendapatan petani, serta memperkuat citra Pulau Sebatik sebagai salah satu destinasi wisata durian di kawasan perbatasan Kalimantan Utara. (rtg/ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *