TIDENG PALE – Selain titik rawan kecelakaan lalu lintas, dalam kegiatan survei laik jalan yang dilakukan tim gabungan bersama Ditlantas, BPTD, Jasa Raharja, BPJN, Dishub dan DPUPR Provinsi Kaltara juga ditemukan sejumlah jalan rusak.
Temuan-temuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pemasangan rambu dan papan peringatan kewaspadaan yang dilakukan Dishub Provinsi dan Ditlantas Polda Kaltara.
Sementara untuk jalan rusak, ditangani langsung oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kaltara.
Preservasi BPJN Kaltara Kuntiadi memastikan pihaknya sudah melakukan perbaikan jalan.
“Kita sudah mulai melakukan perbaikan. Kalau kerusakan besar kita aspal, begitu juga dengan yang berlubang kecil juga diaspal dengan sistem TCM (Tambalan Cepat Mantap),” kata Kuntiadi, Minggu (8/3).
Ia memastikan H-10 Idul Fitri semua jalan rusak di Trans Kaltara sudah dilakukan perbaikan agar arus mudik Lebaran berjalan lancar.
“Kita survei kemarin mulai dari Sekatak, KTT sampai Malinau. Memang ditemukan sejumlah jalan rusak,” ungkapnya.
Kuntiadi menjelaskan, sebagian besar jalan di Kaltara, khususnya jalan Trans Kaltara, merupakan eks jalan perusahaan atau logging sehingga mudah amblas.
“Di beberapa titik bagian bawahnya kayu sehingga berpotensi amblas, seperti yang terjadi di Sekatak beberapa pekan lalu,” bebernya.
Untuk mengantisipasi hal serupa, dirinya berencana membentuk Unit Reaksi Cepat (URC).
“Saya baru bertugas di sini (Kaltara), program saya begitu. Tapi itu masih rencana saja, kita lihat apakah dananya ada atau tidak,” ucapnya sembari tersenyum.
Tujuan pembentukan URC agar gangguan mobilitas kendaraan dapat ditangani dengan cepat, seperti kejadian tebing longsor di Sungai Urang, Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan yang hampir menutup badan jalan.
“Jadi harapannya dengan adanya URC, penanganan gangguan lalu lintas jalan bisa ditangani dengan cepat, tidak sampai 24 jam,” tutupnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perhubungan M. Arief Prasetiawan mengungkapkan selain BPJN, DPUPR Provinsi Kaltara juga berencana segera memperbaiki jalan longsor tidak jauh dari simpang AJP Tana Tidung.
“Berdasarkan informasi yang saya terima dari anggota saya saat mendampingi tim melakukan survei, jalan longsor di simpang AJP akan diperbaiki total oleh DPUPR Provinsi,” ujarnya.
Rencananya, perbaikan dilakukan dengan pembuatan gorong-gorong atau saluran air agar tidak mudah terjadi longsor.
“Untuk itu perbaikannya tidak bisa selesai dalam waktu cepat. Bisa memakan waktu sampai tiga bulan,” kata Arief mengutip informasi yang diterimanya.
Meski begitu, penanganan tahap awal telah dilakukan tim survei dengan pemasangan papan peringatan dan police line di lokasi longsor.
Kondisi longsoran semakin hari semakin membesar. Jika tidak diperbaiki dengan cepat tidak menutup kemungkinan bertambah parah. (eno/adi)
BPJN Targetkan H-10 Idul Fitri Jalan Rusak di Trans Kaltara Mulus, Longsor di Tana Tidung Ditangani DPUPR Provinsi






