TARAKAN – Penataan sarana pendidikan di Kota Tarakan terus dilakukan seiring masih ditemukannya sejumlah sekolah dengan kondisi bangunan yang membutuhkan penanganan. Tahun ini, hampir 40 satuan pendidikan masuk dalam program revitalisasi dengan pola pekerjaan yang disesuaikan kondisi masing-masing sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan Tamrin Toha mengatakan, revitalisasi mencakup jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP). Bentuk pekerjaan berbeda-beda, mulai dari rehabilitasi, pembangunan baru, hingga pembongkaran dan pembangunan kembali.
“Di tahun ini hampir 40 sekolah yang mendapatkan revitalisasi. Ada PAUD, SD maupun SMP. Pekerjaannya tidak sama, ada yang rehabilitasi, ada pembangunan baru, dan ada juga yang dibongkar kemudian dibangun kembali,” ujar Tamrin, Jumat (25/9).
Menurutnya, rehabilitasi menjadi bentuk penanganan yang paling banyak dilakukan. Penentuan sekolah penerima program dilakukan berdasarkan kondisi sarana dan prasarana. Sekolah dengan tingkat kerusakan sedang hingga berat menjadi prioritas, sedangkan kerusakan ringan masih dapat ditangani secara mandiri melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Selain kondisi bangunan, keterbatasan lahan juga menjadi pertimbangan dalam pengembangan sekolah. Disdik Tarakan tengah mengkaji pembangunan bertingkat di sejumlah lokasi, tetapi penerapannya harus melihat kekuatan struktur bangunan. Jika bangunan lama tidak mendukung penambahan lantai, diperlukan perhitungan dan penanganan yang berbeda.*(isk/kdy)






