TANJUNG SELOR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan V Tanjung Selor. Kondisi paling intens terjadi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, yang berdasarkan informasi BMKG sempat mencatat hampir 400 titik panas dalam satu periode.
Kepala BWS Kalimantan V Tanjung Selor, Mustafa, mengatakan tingginya jumlah hotspot dipengaruhi kondisi cuaca panas dan minimnya hujan. Situasi tersebut meningkatkan risiko kebakaran, sehingga pihaknya menyiapkan tim khusus untuk membantu penanganan di lapangan.
“Kami kerahkan sekitar 15 orang. Saat ada kejadian, mereka turun bersama TNI-Polri, BPBD, Damkar dan masyarakat,” ujar Mustafa.
Selain personel, BWS juga mengoperasikan dua unit mobil water tank untuk menyuplai kebutuhan air selama proses pemadaman. Armada tersebut membantu kendaraan pemadam ketika persediaan air di lokasi mulai menipis.
Mustafa menjelaskan, penanganan karhutla di Berau membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Informasi kebakaran dapat berasal dari Polsek, Babinsa maupun masyarakat, kemudian diteruskan kepada tim untuk segera melakukan pemadaman.
Ia menyebut proses pemadaman terkadang berlangsung hingga malam karena api meluas dan sulit dijangkau. Namun, koordinasi antarlembaga dinilai mampu mempercepat pengendalian api agar tidak berlangsung selama berhari-hari.
Di wilayah Kalimantan Utara, BWS juga menangani sejumlah kejadian karhutla di Kabupaten Bulungan, antara lain Apung, Salimbatu, Mangkupadi dan Tanah Kuning. Sebagian lokasi berada di kawasan perkebunan sawit dan lahan gambut yang membutuhkan penanganan cepat.
Untuk memperkuat respons, BWS menyiagakan empat unit mobil water tank yang dapat dikerahkan ke Bulungan, Tana Tidung dan Malinau. Pemantauan hotspot dilakukan menggunakan informasi BMKG yang kemudian diteruskan melalui jaringan koordinasi kepada aparat dan tim lapangan.
Mustafa menegaskan, setiap kejadian karhutla dilaporkan kepada Satgas Kementerian Pekerjaan Umum sebagai bahan evaluasi. BWS juga terus berkoordinasi dengan BPBD, Damkar, TNI-Polri, masyarakat dan pihak terkait untuk mencegah kebakaran meluas.*(isk/kdy)






