Kabut Asap Makin Pekat di Krayan Selatan, Warga Mulai Keluhkan Flu dan Sakit Tenggorokan

Kaltara, Nunukan39 Dilihat

NUNUKAN – Kabut asap yang menyelimuti Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, semakin pekat dalam tiga hari terakhir. Kondisi tersebut paling parah dirasakan pada sore hari, ketika jarak pandang diperkirakan hanya sekitar 1–2 kilometer.

Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli, mengatakan kondisi kabut asap terus memburuk dalam beberapa hari terakhir. Tebalnya asap tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga mulai berdampak terhadap aktivitas masyarakat dan kesehatan warga.

banner 336x280

“Kabut asap semakin hari semakin parah. Jarak pandang kurang lebih satu sampai dua kilometer. Sudah tiga hari ini kabut cukup tebal, apalagi sore hari,” ujar Oktavianus Ramli, Selasa (1/9).

Untuk mengantisipasi dampak kabut asap, kegiatan belajar mengajar di Krayan Selatan telah dilakukan melalui Belajar dari Rumah (BDR) sejak 31 Agustus 2026. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah untuk mengurangi aktivitas anak-anak di luar ruangan di tengah kondisi udara yang kurang baik.

Di sisi lain, pemerintah kecamatan juga telah meneruskan Surat Edaran Bupati Nunukan kepada pemerintah desa terkait kewaspadaan dan penanganan dampak kabut asap. Oktavianus menyebut sejumlah warga mulai mengeluhkan gangguan kesehatan, seperti flu, batuk dan sakit tenggorokan. Masyarakat pun diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat kabut semakin tebal, serta bersama-sama mencegah aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan.*(isk/kdy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *