NUNUKAN – Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Nunukan sejak Minggu (30/8) pagi. Kondisi tersebut semakin terasa pada sore hari, ketika jarak pandang mulai menurun akibat sebaran asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah lain.
Meski tidak terdapat kejadian karhutla di Kabupaten Nunukan, dampak asap tetap dirasakan masyarakat. Asap terbawa angin hingga masuk ke wilayah Nunukan dan membuat kondisi udara menjadi kurang sehat, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Kasubbid Penyelamatan BPBD Nunukan, Hasanuddin mengatakan, berdasarkan pemantauan BMKG Tanjung Harapan-Bulungan, jarak pandang di Bandara Nunukan pada Minggu (30/8) sekitar pukul 17.00 WITA hanya mencapai 1,5 kilometer. Penurunan jarak pandang juga terjadi di Nunukan dan Tarakan sejak siang hari.
Tidak hanya mengganggu jarak pandang, konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Nunukan juga tercatat mencapai 117,5 µg/m³ pada pukul 15.00 WITA dan masuk kategori Tidak Sehat. Kondisi tersebut dipengaruhi perkembangan karhutla di wilayah lain, arah angin serta rendahnya intensitas hujan.
BPBD Nunukan mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara belum membaik. Jika harus beraktivitas di luar, warga disarankan menggunakan masker dan pelindung mata. Pengguna transportasi laut juga diminta meningkatkan kewaspadaan karena jarak pandang yang terbatas dapat meningkatkan risiko kecelakaan di perairan.*(isk/kdy)






