TARAKAN – Kebakaran lahan kembali terjadi di Kota Tarakan di tengah kondisi lahan yang masih kering. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan mencatat tiga kejadian kebakaran sejak pertengahan pekan lalu hingga awal pekan ini, dengan total luasan terdampak mencapai sekitar delapan hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Tarakan, Yonsep, mengatakan seluruh kejadian tersebut berada di wilayah Kelurahan Amal. Lokasi kebakaran yang berada di kawasan perkebunan juga mulai mendekati permukiman warga. Kondisi semak kering dan tiupan angin membuat api berpotensi menjalar dengan cepat, sementara akses menuju sejumlah titik api cukup sulit.
Dalam penanganan kebakaran, BPBD mendapat dukungan personel TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Darat, serta petugas pemadam kebakaran. Upaya pemadaman dilakukan bersama-sama untuk mencegah api meluas ke area lain. Menurut Yonsep, kebakaran lahan di Tarakan cenderung terjadi di wilayah timur dan utara, yang memiliki aktivitas perkebunan cukup tinggi.
Kebakaran tersebut tidak hanya menghanguskan lahan, tetapi juga merusak tanaman produktif milik warga. Di Amal, tanaman pepaya dan cabai dilaporkan layu akibat terdampak api. Sementara di kawasan Sungai Kuli, tanaman tahunan turut terdampak setelah api menjalar dari lahan yang dibersihkan.
Yonsep mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat membersihkan lahan, terutama jika menggunakan api untuk membakar tumpukan vegetasi kering. Ia juga menekankan pentingnya ketersediaan tampungan air di kawasan rawan kebakaran untuk membantu proses pemadaman. Masyarakat diminta mencegah api menjalar ke kebun lain maupun permukiman warga.*(isk/kdy)






