Polda Kaltara Survei Laik Jalan 5 Pilar Keselamatan Jelang Idul Fitri hingga Perbatasan KTT–Bulungan

Tana Tidung40 Dilihat

‎TIDENG PALE – Polda Kaltara melaksanakan survei laik jalan gabungan dalam rangka persiapan pengamanan dan kelancaran arus lalu lintas menjelang Hari Raya Idul Fitri, Kamis (5/3) lalu.

‎Kegiatan yang melibatkan unsur 5 Pilar Keselamatan Lalu Lintas ini digelar di wilayah Tana Tidung hingga perbatasan Sekatak, Bulungan.

‎Survei tersebut bertujuan untuk memastikan kondisi jalan serta kelengkapan sarana prasarana keselamatan lalu lintas agar arus mudik dapat berjalan aman dan lancar.

‎Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tana Tidung, M. Arief Prasetiawan, mengatakan kegiatan tersebut melibatkan sejumlah instansi terkait.

‎“Dalam kegiatan survei laik jalan ini hadir beberapa instansi, di antaranya BPTD, BPJN, PUPR, Jasa Raharja, serta Dinas Perhubungan Provinsi dan kabupaten,” ujar Arief, didampingi Kepala Seksi Angkutan dan Kepala Seksi Lalu Lintas Jalan, Jumat (6/3).

‎Menurutnya, Dinas Perhubungan Kabupaten Tana Tidung dalam kegiatan ini hanya berperan mendampingi tim gabungan.

‎“Dishub Tana Tidung hanya mendampingi kegiatan yang dilaksanakan oleh Polda Kalimantan Utara,” jelasnya.

‎Tim gabungan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik di jalur perbatasan untuk melihat kondisi jalan serta kelengkapan perlengkapan keselamatan lalu lintas.

‎Melalui kegiatan tersebut diharapkan berbagai potensi gangguan keselamatan di jalan dapat diidentifikasi sejak dini sehingga penanganan dapat segera dilakukan guna mendukung kelancaran arus lalu lintas selama periode mudik Lebaran.

‎Arief mengatakan kelengkapan perlengkapan jalan seperti rambu lalu lintas, marka jalan, hingga perangkat pengamanan sangat penting untuk menunjang keselamatan pengguna jalan.

‎Menurutnya, pihaknya telah beberapa kali menyampaikan usulan kepada pemerintah provinsi agar perlengkapan jalan di sepanjang jalur tersebut dapat dilengkapi.

‎“Kami sudah beberapa kali menyampaikan ke pihak provinsi, termasuk ke dinas terkait, agar perlengkapan jalan di sepanjang jalur jalan nasional sampai perbatasan Sekatak bisa dipenuhi,” ujarnya.

‎Ia menjelaskan, masih minimnya rambu dan perlengkapan keselamatan jalan membuat sejumlah titik rawan kecelakaan, terutama pada malam hari ketika kondisi jalan gelap dan jarak pandang terbatas.

‎Beberapa lokasi bahkan disebut kerap terjadi kecelakaan karena pengendara tidak mengetahui adanya tikungan tajam di Kujau, Kecamatan Betayau.

‎“Beberapa kejadian kecelakaan terjadi karena pengendara tidak tahu ada tikungan atau kondisi jalan tertentu, apalagi kalau malam hari. Ini tentu menjadi perhatian serius bagi kami, namun kewenangannya bukan pada kami,” jelasnya.

‎Karena itu, pihaknya berharap pemerintah provinsi dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan perlengkapan jalan tersebut.

‎Terlebih jalur tersebut tidak hanya digunakan masyarakat Tana Tidung, tetapi juga pengguna jalan dari lintas kabupaten hingga provinsi.

‎“Pengguna jalan bukan hanya masyarakat kita, tapi juga dari luar daerah. Jadi perlengkapan keselamatan jalan sangat penting,” katanya.

‎Dengan adanya rencana pemasangan rambu serta lengkapan lainnya udao survei tersebut, Dishub Tana Tidung mengapresiasi langkah tersebut.

‎“Tapi jangan hanya saat menjelang Lebaran saja. Kami berharap titik-titik rawan kecelakaan juga mendapat perhatian,” ujarnya.

‎Dari hasil survei lapangan, selain tikungan Kujau, beberapa titik jalan di Betayau dan Rongkang juga mendapat perhatian.

‎“Jalan-jalan yang rawan longsor atau amblas juga menjadi perhatian. Salah satunya dengan pembuatan gorong-gorong. Tapi membutuhkan waktu lama berbulan bulan, kalau yang lainnya dilakukan pemasangan sebelum Lebaran,” bebernya.(eno/adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *