MALINAU — Kabupaten Malinau mempercepat persiapan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara 2026. Sejumlah venue pertandingan dibenahi agar siap menampung sekitar 50 cabang olahraga yang akan dipertandingkan.
Wakil Sekretaris III KONI Malinau, William Gerson, mengatakan persiapan venue mulai dikerjakan sejak Juni. Hingga Juli, sejumlah fasilitas olahraga telah menunjukkan perkembangan.
KONI Malinau bersama Pemerintah Kabupaten Malinau terus memantau kesiapan fasilitas yang akan digunakan selama pesta olahraga tingkat provinsi itu.
“Kalau kami dari beberapa kegiatan bersama Pemerintah Kabupaten Malinau sudah melaksanakan kegiatan untuk persiapan Porprov. Terlihat sudah berprogres semua, sudah jalan mulai dari bulan enam dan tujuh,” kata William.
Stadion menjadi salah satu fasilitas yang mendapat perhatian. Pembenahan tak hanya menyasar fasilitas utama, tetapi juga toilet dan jalur keluar-masuk stadion. Perbaikan akses tersebut dipandang penting untuk menjaga keamanan sekaligus kenyamanan atlet, ofisial, dan penonton.
“Termasuk in-out supaya keamanan peserta ataupun pada saat pembukaan maupun pelaksanaan nyaman,” ujarnya.
Malinau tak harus membangun seluruh venue dari awal. Sebagian fasilitas olahraga yang sudah tersedia cukup direhabilitasi agar memenuhi kebutuhan pertandingan.
Venue voli pantai, misalnya, disebut sudah siap setelah sebelumnya digunakan dalam ajang Bupati Malinau Cup. Fasilitas olahraga menembak juga telah tersedia untuk nomor jarak jauh dan jarak pendek.
KONI Malinau memasang target seluruh pekerjaan selesai pada September. Jika masih ada pekerjaan yang tersisa, penyelesaiannya diberi batas hingga awal Oktober.
“Target kami bersama dinas, semuanya diharapkan bulan sembilan sudah selesai, maksimal awal Oktober. Pokoknya sebelum pengecekan venue dan uji coba venue, semuanya sudah selesai,” kata William.
Setelah pembenahan selesai, sejumlah venue akan menjalani uji coba pada Oktober. Namun, tidak semua fasilitas otomatis akan diuji. Pemilihannya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan hasil koordinasi bersama PB Porprov.
“Untuk uji coba nanti kita lihat kondisi yang memang layak bersama PB Porprov. Mana yang dianggap perlu diuji, itu yang akan kita coba,” katanya.
Sebagian besar venue pertandingan direncanakan berada di kawasan perkotaan Malinau. Pemusatan lokasi itu diharapkan memangkas jarak mobilitas atlet dan ofisial sekaligus memudahkan pengaturan pertandingan.
Dengan jumlah cabang olahraga yang diperkirakan mencapai sekitar 50, kesiapan venue menjadi salah satu pekerjaan besar Malinau sebelum Porprov digelar.
Namun William mengingatkan, keberhasilan Porprov bukan semata-mata urusan tuan rumah. Dukungan KONI Kaltara, KONI kabupaten dan kota, pemerintah daerah, serta seluruh kontingen diperlukan agar pelaksanaan berjalan sesuai rencana.
“Yang dibutuhkan adalah kerja sama bersama-sama dengan KONI provinsi maupun kabupaten/kota yang ada di Kaltara. Bersama-sama mempersiapkan diri, termasuk atlet, untuk menyukseskan Porprov di Kabupaten Malinau,” pungkasnya. (ant/rtg)
