TARAKAN – Kepolisian masih mendalami motif penusukan terhadap seorang mandor proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Jalan Pangeran Aji Iskandar, Tarakan Utara. Selain dipicu perselisihan saat pembagian pekerjaan, penyidik juga menelusuri dugaan persoalan pembayaran upah yang belum diterima para pekerja.
Kapolres Tarakan AKBP Erwin Syaputra Manik melalui Kapolsek Tarakan Utara IPTU Ghazy Prima Daffa Ohoirat mengatakan, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan korban berinisial MT (36) dan terduga pelaku AS (45) sama-sama berasal dari Makassar dan bekerja di proyek tersebut. Polisi belum menemukan adanya konflik pribadi maupun dendam lama di antara keduanya.
Menurut Ghazy, penyidik memperoleh informasi mengenai dugaan keterlambatan pembayaran upah pekerja yang kemungkinan berkaitan dengan peristiwa tersebut. Namun hingga kini informasi itu masih didalami untuk memastikan apakah memiliki hubungan langsung dengan aksi penusukan yang terjadi.
Dalam insiden itu, korban mengalami luka tusuk di bagian punggung dan paha setelah diduga ditikam menggunakan pisau dapur oleh terduga pelaku. Korban telah mendapat perawatan di RS Bhayangkara Tarakan dan kondisinya dilaporkan stabil. Sementara itu, terduga pelaku sempat melarikan diri sebelum akhirnya berhasil diamankan polisi di Kelurahan Karang Harapan, Tarakan Barat.
Hingga saat ini penyidik masih melengkapi alat bukti, mencari pisau yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut, serta mendalami seluruh keterangan saksi untuk mengungkap motif penusukan secara utuh. Polisi juga belum menetapkan status tersangka karena proses penyelidikan masih berlangsung.*ISK











