Tarakan Jadi Gerbang ke Malaysia, 4.424 Paspor Diterbitkan

Kaltarapos.id – Mobilitas masyarakat lintas negara melalui Kota Tarakan terus menunjukkan tren tinggi sepanjang 2025. Jalur laut Tarakan–Tawau, Malaysia, menjadi akses utama perlintasan internasional, sekaligus menjadikan Tarakan sebagai salah satu pintu gerbang strategis keluar-masuk orang di wilayah perbatasan.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan Okky Setyawan mengatakan, tingginya perlintasan tersebut tercermin dari meningkatnya layanan paspor dan pemeriksaan keimigrasian sepanjang tahun lalu. “Selama 2025 kami menerbitkan 4.424 paspor, terdiri dari 2.764 paspor baru dan 1.678 paspor penggantian,” ungkap Okky, Kamis (15/1).

Ia menjelaskan, mayoritas permohonan paspor digunakan untuk perjalanan ke Malaysia, baik untuk wisata, ibadah umrah, maupun kunjungan keluarga. Kedekatan geografis serta ketersediaan kapal cepat internasional di Pelabuhan Malundung menjadi faktor utama tingginya mobilitas warga Tarakan ke luar negeri.

“Karakteristik pemohon di Tarakan berbeda dengan daerah lain. Tujuan ke Malaysia sangat dominan karena jarak dekat dan hubungan kekeluargaan,” jelasnya.

Tak hanya pada layanan paspor, lonjakan mobilitas juga terlihat dari aktivitas pemeriksaan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Malundung Tarakan. Sepanjang 2025, Imigrasi Tarakan mencatat pemeriksaan terhadap 28.182 orang yang melintas keluar dan masuk wilayah Indonesia.

Jumlah tersebut terdiri dari 13.953 orang kedatangan dan 14.229 orang keberangkatan, dengan hampir seluruh perlintasan dilakukan melalui jalur laut menuju Malaysia.
Momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi periode tersibuk. Pada hari normal, jumlah penumpang kapal cepat internasional relatif terbatas, namun melonjak tajam saat musim libur.

“Di hari biasa rata-rata di bawah 50 penumpang per keberangkatan. Saat Nataru bisa meningkat hingga sekitar 150 orang per hari,” ujar Okky.

Menghadapi lonjakan arus penumpang tersebut, Kantor Imigrasi Tarakan melakukan penguatan pelayanan dan pengawasan agar proses pemeriksaan tetap berjalan optimal.

“Walaupun jumlah penumpang meningkat, seluruh prosedur pemeriksaan tetap kami laksanakan sesuai aturan. Pelayanan harus cepat, tetapi pengawasan tetap ketat,” pungkasnya.(Ags)