Tak Ingin Muncul Konflik, Pemprov Kaltara Buka Ruang Dialog Soal LGBT

Bulungan, Kaltara31 Dilihat

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara mendorong penyelesaian berbagai isu sosial, termasuk persoalan LGBT, melalui ruang dialog yang terbuka, bijaksana dan humanis. Hal itu disampaikan dalam Sarasehan “LGBT, Dialog dan Penguatan Pemahaman terhadap Isu-Isu Sosial Kemasyarakatan” yang digelar di Aula Kantor Gubernur Kaltara.

Mewakili Gubernur Kaltara, Kepala Dinas Pariwisata Kaltara Dr. Njau Anau mengatakan dialog menjadi langkah penting agar masyarakat dapat memahami persoalan dari berbagai sudut pandang. Menurutnya, isu sosial perlu disikapi secara arif agar tidak memunculkan polarisasi, stigma negatif maupun konflik di tengah masyarakat.

Pemprov Kaltara melihat persoalan tersebut dari dua sisi, yakni aspek kemanusiaan dan hak dasar setiap warga, serta aspek sosial, budaya dan agama yang selama ini mengakar kuat di Kalimantan Utara. Karena itu, dialog dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan terhadap warga dan penghormatan terhadap norma serta nilai yang berlaku di masyarakat.

Melalui sarasehan tersebut, pemerintah berharap berbagai pihak dapat saling mendengar dan membangun pemahaman bersama. Njau menegaskan, upaya menjaga harmoni sosial, kerukunan, persaudaraan dan toleransi menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan di Kalimantan Utara.

Sarasehan ini turut menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan tokoh agama dan tenaga profesional, di antaranya Ketua Umum PGIS Kabupaten Bulungan Pdt. I Bagus Very Andogo serta Dokter Spesialis Jiwa RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmojo Kabupaten Bulungan, dr. Yuliana Christarina.*(isk/kdy)