Produksi telur ayam lokal di Kabupaten Tana Tidung menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang tahun 2025. Data Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) mencatat produksi telur meningkat dari 176.550 butir pada awal Januari menjadi 324.630 butir pada akhir Desember 2025.
Peningkatan tersebut menjadi indikator positif berkembangnya usaha peternakan unggas di wilayah Tana Tidung. Salah satu faktor pendorongnya adalah pola usaha “ikut”, di mana keberhasilan sejumlah peternak ayam petelur mendorong masyarakat lain untuk belajar dan mencoba usaha serupa.
Penelaah Teknis Kebijakan DPPP Tana Tidung, Dwi Budi Setiawan, mengatakan keberhasilan usaha peternakan ayam petelur sangat ditentukan oleh ketersediaan pakan.
“Sekitar 70 persen keberhasilan peternakan unggas ditentukan oleh pakan. Berbeda dengan ternak sapi, ayam petelur membutuhkan pakan khusus agar kualitas dan kontinuitas produksi tetap terjaga,” ujarnya.
Sentra produksi telur ayam lokal saat ini tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Tana Lia, Betayau, Sapari, Kapuak, dan Sengkong. Sebaran tersebut menunjukkan pengembangan usaha peternakan unggas berlangsung relatif merata di berbagai wilayah.
Untuk pemasaran, telur ayam lokal sebagian besar dijual melalui warung, pasar tradisional, serta langsung ke konsumen. Bahkan, sebagian produksi telah dipasarkan lintas kabupaten, seperti ke Bulungan dan Malinau.
Saat ini, telur ayam lokal mampu memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan pasar di Kabupaten Tana Tidung. Harga telur ukuran besar dijual rata-rata Rp68.000 per piring, sementara ukuran sedang hingga kecil berkisar Rp50.000–Rp60.000 per piring.
Meski demikian, DPPP Tana Tidung menilai masih terdapat tantangan ke depan, khususnya dalam pengaturan pemasaran agar peternak kecil tetap terlindungi dari tekanan harga akibat persaingan dengan peternak bermodal besar.
“Pembentukan koperasi atau sistem pemasaran bersama menjadi salah satu opsi penting untuk menjaga stabilitas harga dan keberlanjutan usaha peternak lokal,” jelas Dwi.
Dengan tingginya permintaan telur ayam di Tana Tidung, pemerintah daerah menilai sektor peternakan unggas memiliki peluang besar untuk terus berkembang sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah. Saat ini, jumlah peternak ayam petelur di Tana Tidung tercatat sebanyak 19 orang, dan diperkirakan akan terus bertambah sepanjang tahun 2026.(Ags)











