Pria Penghuni Kos Ditemukan Meninggal Dunia, Polisi Olah TKP

Kaltara, Tarakan5 Dilihat

Kaltarapos.id – Seorang pria penghuni rumah kos ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kosnya di Jalan Dr. Sutomo, Kelurahan Karang Balik, Kecamatan Tarakan Barat, pada Minggu (1/2) pagi. Peristiwa tersebut langsung ditangani aparat kepolisian untuk memastikan penyebab kematian korban.

Kasat Reskrim Polres Tarakan AKP Ridho Pandu Abdillah melalui Kanit Pidum IPDA Eko Susilo menjelaskan, korban berinisial DH (27) pertama kali ditemukan oleh pemilik kos berinisial S sekitar pukul 10.30 WITA.

“Saksi membuka kamar korban dan mendapati korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ujar IPDA Eko Susilo, Senin (2/2).

Sebelum ditemukan meninggal, saksi diketahui sempat bertemu korban pada Sabtu malam (31/1) sekitar pukul 21.45 WITA di sebuah warung. Saat itu, kondisi korban terlihat kurang sehat.

“Saksi melihat korban dalam kondisi lemah dan diduga mengalami sesak napas. Korban sempat disarankan berobat ke rumah sakit, namun menolak dengan alasan tidak memiliki BPJS Kesehatan,” jelasnya.

Karena korban tidak terlihat beraktivitas keesokan harinya, saksi kemudian mengecek kamar kos korban pada Minggu pagi dan menemukan korban telah meninggal dunia.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari pemeriksaan awal, di dalam kamar korban ditemukan sejumlah obat-obatan, di antaranya obat pereda nyeri dan penurun panas.

“Ditemukan satu keping Sanmol dan satu keping Dulcolax di samping kasur, tiga keping Paracetamol di tempat sampah, serta satu bungkus obat penurun panas merek Coollfever,” ungkap IPDA Eko.

Berdasarkan keterangan saksi, korban tinggal seorang diri di kamar kos tersebut dan diketahui bekerja di sebuah toko. Sementara itu, riwayat tinggal korban di Tarakan masih dalam pendalaman pihak kepolisian.

Menanggapi isu yang berkembang di masyarakat terkait kondisi korban saat ditemukan, IPDA Eko menjelaskan bahwa berdasarkan hasil visum luar oleh dokter forensik, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Hasil visum luar tidak menunjukkan adanya kekerasan. Untuk sementara, indikasi penyebab kematian korban diduga karena sakit, berdasarkan keterangan saksi dan temuan di lokasi,” tegasnya.

Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan tidak adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

Korban diketahui merupakan warga Kabupaten Malinau berdasarkan data kependudukan dan tidak sedang menempuh pendidikan. Polisi masih melengkapi data terkait alamat asal serta riwayat aktivitas korban selama berada di Tarakan.(Ags)