Perangi Narkotika di Perbatasan, Konsulat RI Tawau Gandeng BNN Nunukan

Kaltara, Nunukan43 Dilihat

NUNUKAN – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan terus memperkuat kerja sama lintas negara dalam upaya mencegah dan memberantas peredaran narkotika di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Salah satunya melalui kunjungan Kepala BNNK Nunukan, Anton Siagian, bersama jajaran ke Konsulat RI Tawau, Malaysia.

Rombongan BNNK Nunukan diterima langsung oleh Acting Konsul RI Tawau, Dino Nurwahyudin. Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat koordinasi dan sinergi dalam pengawasan wilayah perbatasan Kalimantan Utara–Sabah yang dinilai rawan dimanfaatkan sebagai jalur peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang.

Kepala BNNK Nunukan Anton Siagian mengatakan, kerja sama dengan Konsulat RI Tawau memiliki peran penting dalam mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di kawasan perbatasan.

Ia juga mengapresiasi hubungan baik yang selama ini telah terjalin antara BNNK Nunukan dan Konsulat RI Tawau.

“Kami mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin dengan Konsulat RI Tawau. Sinergi ini sangat penting dalam mendukung upaya pengawasan dan pencegahan masuk maupun keluarnya narkotika serta obat-obatan terlarang melalui jalur perbatasan Indonesia-Malaysia,” ujar Anton Siagian.

Menurutnya, dukungan dari Konsulat RI Tawau dibutuhkan untuk memperkuat pengawasan terhadap berbagai potensi kejahatan lintas negara, khususnya peredaran narkotika yang memanfaatkan akses perbatasan Indonesia dan Malaysia.

Sementara itu, Acting Konsul RI Tawau Dino Nurwahyudin menyambut baik kunjungan BNNK Nunukan dan menegaskan komitmen pihaknya untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan.

Ia menilai kawasan Sabah–Kalimantan Utara memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi terhadap aktivitas penyelundupan barang-barang terlarang, sehingga diperlukan koordinasi yang intensif antarinstansi.

“Konsulat RI Tawau berkomitmen untuk terus bersinergi dengan BNN dan berbagai pemangku kepentingan terkait dalam upaya mencegah serta memberantas peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang. Kami juga aktif berkoordinasi dengan berbagai counterpart di wilayah kerja, khususnya instansi keamanan seperti Polis Diraja Malaysia (PDRM), Polis Marin, dan instansi terkait lainnya guna meminimalisir kejahatan lintas batas, termasuk kejahatan narkotika,” kata Dino.

Melalui penguatan sinergi tersebut, BNNK Nunukan dan Konsulat RI Tawau berharap upaya pengawasan di wilayah perbatasan dapat semakin efektif sehingga mampu menekan peredaran narkotika serta berbagai bentuk kejahatan transnasional lainnya. (ISK)