Mayoritas Berakar Serabut, Pohon di Tarakan Lebih Rentan Tumbang

Kaltara, Tarakan66 Dilihat

TARAKAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan mengungkap penyebab banyaknya pohon tumbang saat cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir. Menurut BPBD, mayoritas pohon di Tarakan memiliki akar serabut sehingga lebih rentan roboh ketika diterpa angin kencang.

Kepala Pelaksana BPBD Tarakan, Yonsep, menjelaskan sebagian besar pohon di Tarakan berasal dari hasil pembibitan sehingga tidak memiliki akar tunggang yang mampu mencengkeram tanah dengan kuat. Kondisi tersebut membuat pohon semakin mudah tumbang ketika ukuran batang dan tajuk membesar.

Yonsep menambahkan jenis pohon yang paling sering tumbang didominasi pohon mangga dan sengon karena memiliki tajuk yang lebat. Dalam dua hari terakhir, BPBD mencatat sedikitnya 13 kejadian pohon tumbang. Sebanyak 10 pohon dievakuasi BPBD, sedangkan tiga lainnya ditangani relawan Kolaborasi Aksi Kemanusiaan (Kolakar).

Selain pohon tumbang, cuaca ekstrem juga memicu dua kejadian longsor di Kampung 6 dan Karang Anyar serta merusak atap empat rumah warga. BPBD telah menyalurkan bantuan darurat berupa terpal kepada warga terdampak dan berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) untuk penanganan lanjutan.

BPBD mengimbau masyarakat rutin memangkas cabang pohon, terutama yang berada di sekitar rumah dan tepi jalan. Warga juga diminta segera melaporkan pohon yang miring atau berpotensi tumbang kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar dapat ditangani lebih awal sebelum menimbulkan korban.(ISK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *