Obor Ramadan Terangi Tideng Pale, Ribuan Warga Tumpah Ruah Ikuti Pawai‎

Kaltara, Tana Tidung290 Dilihat

TIDENG PALE – Cahaya obor berjejer menyusuri jalanan Kota Tideng Pale, Selasa malam (17/2), menciptakan suasana religius yang hangat dan penuh kebersamaan.
‎
‎Ribuan warga dari berbagai kalangan turun ke jalan mengikuti pawai obor sebagai penanda dimulainya rangkaian penyambutan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Tanah Tidung.
‎
‎Pawai tersebut dilepas langsung oleh Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, yang hadir bersama unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.
‎
Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua yang membawa obor sambil melantunkan selawat.
‎
‎Dalam sambutannya, Ibrahim Ali menyampaikan rasa syukur atas nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga masyarakat Tana Tidung kembali dapat menyambut Ramadan dengan penuh kegembiraan dan kedamaian.
‎
‎ Ia menyebut pawai obor bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi simbol cahaya harapan dan persaudaraan umat Islam.
‎
“Cahaya obor ini melambangkan kebersamaan dan semangat menyambut tamu agung, yaitu bulan suci Ramadan yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan,” ujarnya.
‎
‎Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum perubahan, baik secara pribadi maupun sosial.
‎
‎Menurutnya, ibadah puasa harus menjadi sarana untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT sekaligus mempererat hubungan antarsesama manusia.
‎
‎Lebih lanjut, Ibrahim Ali menekankan pentingnya memperkuat solidaritas sosial selama bulan suci, seperti meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim dan kaum duafa, memperbanyak sedekah, serta menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.
‎
‎Pesan khusus juga disampaikannya kepada para peserta pawai, terutama generasi muda. Ia berharap kegiatan pawai obor mampu menanamkan nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan, sekaligus membentuk karakter generasi yang cinta agama, cinta kedamaian, dan menjunjung tinggi persatuan.
‎
‎“Pawai obor ini rutin kita laksanakan setiap tahun. Ini adalah bagian dari pendidikan karakter dan kebersamaan umat,” tegasnya.
‎
‎Dalam kesempatan tersebut, Ibrahim Ali turut menyinggung perbedaan penetapan awal Ramadan yang terjadi di tengah masyarakat.
‎
‎ Ia mengajak seluruh umat Islam di Tanah Tidung untuk menyikapinya secara bijak dan tidak menjadikan perbedaan sebagai sumber perpecahan.
‎
‎“Perbedaan dalam penetapan awal Ramadan sudah biasa terjadi. Yang terpenting, kita tetap menjaga kerukunan, kekompakan, dan persatuan umat,” katanya.
‎
‎Pawai obor pun berlangsung tertib dan meriah, menjadi simbol kuatnya semangat kebersamaan masyarakat Tanah Tidung dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.(eno)