NUNUKAN – Seorang nelayan asal Sebatik, Kabupaten Nunukan, ditemukan meninggal dunia di atas perahunya setelah sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat melaut di perairan perbatasan Indonesia–Malaysia, Selasa (15/7).
Komandan Pos TNI AL (Posal) Sei Pancang, Kapten Laut (S) Sugeng Tri Mulyanto, mengatakan laporan mengenai nelayan yang hilang diterima dari Ketua Himpunan Nelayan Sebatik, Tamrin. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Posal Sei Pancang, Satgas Kopaska, Polairud, serta masyarakat langsung melakukan pencarian.
Namun, proses pencarian tidak dapat segera dilakukan karena kondisi air laut sedang surut sehingga perahu pencarian tidak bisa bergerak. Setelah air mulai pasang sekitar pukul 16.30 Wita, tim gabungan menyisir lokasi yang diduga menjadi titik terakhir keberadaan korban.
Sekitar pukul 16.55 Wita, tim menemukan perahu dengan ciri-ciri yang dilaporkan di perairan perbatasan Indonesia–Malaysia. Saat dilakukan pemeriksaan, korban ditemukan dalam kondisi tidak bergerak di atas perahunya dan diduga telah meninggal dunia.
Korban diketahui bernama Asis, warga Jalan Bhayangkara RT 009, Desa Sungai Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur. Jenazah bersama perahunya kemudian dievakuasi menuju rumah duka di Desa Sungai Nyamuk untuk diserahkan kepada pihak keluarga.(ISK)












