Marak Dugaan Uang Palsu, Warga Tana Tidung Diminta Terapkan 3D

Kaltara, Tana Tidung32 Dilihat

TIDENG PALE – Peredaran uang yang diduga palsu kembali menjadi perhatian di Kabupaten Tana Tidung. Masyarakat diminta lebih teliti saat menerima transaksi tunai, terutama di kawasan pasar yang menjadi salah satu lokasi dengan aktivitas transaksi cukup tinggi.

Pimpinan Cabang Bankaltimtara Tideng Pale, Ilham Akbar, mengatakan pihaknya rutin memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara mengenali keaslian uang rupiah. Edukasi tersebut disampaikan dalam berbagai kegiatan literasi, termasuk kepada masyarakat di kawasan pasar.

banner 336x280

Menurut Ilham, masyarakat dapat melakukan pemeriksaan awal menggunakan metode 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang. Saat dilihat, masyarakat dapat memperhatikan unsur pengaman pada uang rupiah, termasuk benang pengaman yang tertanam atau terlihat pada bagian tertentu.

Selanjutnya, uang dapat diraba untuk mengenali karakteristik kertasnya. Uang rupiah asli memiliki tekstur yang terasa lebih kasar ketika disentuh, sedangkan uang yang diduga palsu cenderung memiliki permukaan lebih licin. Saat diterawang, masyarakat juga dapat memperhatikan gambar atau logo Bank Indonesia yang terlihat utuh.

Selain pemeriksaan secara fisik, alat pendeteksi dengan sensor ultraviolet (UV) dapat digunakan sebagai langkah tambahan. Namun, Ilham menegaskan pemeriksaan tersebut hanya merupakan langkah antisipasi awal. Untuk memastikan keaslian uang, kewenangan penentuan berada pada Bank Indonesia. Masyarakat juga didorong menggunakan transaksi non-tunai seperti QRIS dan layanan electronic banking untuk mengurangi risiko peredaran uang palsu.*(isk/kdy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *