KPH Catat 44 Karhutla di Tarakan, Waspada Api Kembali Menyala dari Gambut

Kaltara, Tarakan38 Dilihat

TARAKAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian serius di Kota Tarakan. Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kota Tarakan mencatat sekitar 44 kejadian karhutla yang telah ditangani. Sebagian besar terjadi di luar kawasan hutan lindung, sementara tiga hingga empat kejadian tercatat berada di kawasan hutan lindung.

Kepala UPTD KPH Kota Tarakan Martinus Parewang mengatakan, karakter lahan gambut menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Meski api di permukaan terlihat telah padam dan asap sudah tidak terlihat, bara api masih dapat bertahan di bawah tanah dan kembali menyala saat cuaca panas.

banner 336x280

Menurutnya, kondisi tersebut banyak ditemukan di wilayah Pantai Amal yang memiliki semak belukar dan lahan gambut. Karena itu, proses pemadaman dan pendinginan harus dilakukan secara menyeluruh agar api tidak kembali muncul dan merambat ke area lain.

Selain kondisi gambut, karhutla juga dipengaruhi aktivitas manusia, faktor alami, serta cuaca panas dan kering. Semak belukar yang mengering menjadi lebih mudah terbakar, sementara angin dapat mempercepat penjalaran api ke wilayah lain.

Penanganan karhutla dilakukan secara bersama-sama melibatkan KPH, BPBD, Damkar, TNI, Polri dan masyarakat. KPH juga menempatkan personel di sejumlah titik rawan serta mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar demi mencegah kebakaran semakin meluas.*(isk/kdy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *